Cerita ini bermula dari ketika awal aku memasuki bangku perkuliahan. Jadwal kuliahku hari itu selesei sampai sore. Di sekitar kampus pun sudah mulai sepi. Dengan langkah gontai aku berjalan menuju gerbang utama, berharap masih ada angkutan umum yg masih ‘narik’. Karena biasanya setelah lebih pukul 17.00 angkutan umum yang menuju ke arah ku pulang sudah jarang sekali. Di depan pintu gerbang utama kampus ku terdapat ‘halte’, biasa orang memanggilnya begitu ke tempat duduk yang biasa sering digunakan mahasiswa –mahasiswa untuk menunggu angkutan umum dan jemputan, atau hanya sekedar ngobrol ngalor ngidul menghabiskan senja. Aku pun menuju ‘halte’ untuk menunggu angkutan umum tujuanku yang ternyata sudah ada penghuninya, yaitu si Mang siomay lengkap dengan gerobaknya yang berwarna biru.